JEPARA SATU BUKU

Mari Berbagi Walau Hanya Dengan Satu buku Tulis Akan Sangat Berarti Bagi Yang Membutuhkan

JEPARA SATU BUKU

Hubungi Nomor Koordinator kami, dan kami siap untuk mengambil buku sedekah dari anda

JEPARA SATU BUKU

Buku yang sudah terkumpul akan kami sumbangkan ke siswa-siswi yang kurang mampu di daerah terpencil yang jarang tersentuh oleh pemerintah

JEPARA SATU BUKU

Kami akan terus ada dalam membantu meringankan siswa - siswi agar mereka bisa terus bersekolah demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

JEPARA SATU BUKU

Semoga amal kita semua diterima dan di balas oleh Allah SWT ......aminn... aminnn

Senin, 25 April 2016

BELAJAR DARI FALSAFAH HIDUP DAN KEAJAIBAN DUNIA SEMUT



BELAJAR DARI FALSAFAH HIDUP DAN KEAJAIBAN DUNIA SEMUT

Jepara Satu Buku - Anda mungkin pernah mendengar kisah Iskandar Al-Maqduni, atau yang biasa disebut Alexander Agung ketika berada di medan perang. Ketika itu, ia berpikir keras memecahkan masalah yang dihadapinya. Dalam waktu sengggangnya, ia melihat seekor semut yang berusaha mendorong sebutir biji gandum. Iskandar Al-Maqduni terus memperhatikan strategi dan bagaimana cara semut itu bergerak naik ke atas. Karena beban semut itu terlalu berat, maka ia pun terjatuh. Namun ia terus bangkit lagi dan terus berusaha berkali-kali naik sambil mengangkat sebutir gandum itu, hingga akhirnya semut itu berhasil naik ke atas membawa apa yang ia dapatkan.
Secara tidak langsung semut kecil, makhluk yang lemah itu telah memberikan pelajaran yang cukup berharga untuk seeorang pemimpin dan komandan perang ini. Semenjak kejadian itu, Iskandar Al-Maqdumi pantang menyerah dan terus berjuang, sehingga berhasil mendapatkan kemenangan yang gemilang. Bagaimana dengan kita, mengapa kita tidak mau mengambil pelajaran dan hikmah dari semut? Sekalipun makhluk yang satu ini begitu kecil, tetapi banyak filsafat hidup yang bisa kita pelajari dan menjadi sumber inspirasi. Berikut beberapa falsafah hidup semut:
Falsafah Pertama:
Semut tidak pernah pasrah dengan keadaan. Jika semut tekurung di suatu tempat atau ada yang mencoba menghalang jalannya, maka ia akan berusaha keluar dari kurungan dan rintangan itu dengan cara memanjat, melintas dari bawah atau dari samping. Jika semua jalan tertutup, ia akan terus bergerak dan mencari jalan lain.
Karena itu, jangan pernah menyerah dan pasrah pada keadaan! Carilah jalan lain agar Anda sampai pada tujuan yang Anda inginkan!
Falsafah Kedua:
Semut selalu berpikir agar bisa mempertahankan hidupnya sepanjang musim panas di masa yang akan datang.
Karena itu, sangat picik pemikiran kita, jika kita berpikir bahwa musim panas akan berlangsung selamanya. Di waktu musim dingin, semut sudah mengumpulkan makanannya yang didapat pada pertengahan musim panas. Ini sama seperti kata orang bijak, “Janganlah membangun rumah di atas pasir di musim panas!” Kita harus berpikir ke depan, dan memperkirakan bagaimana jika badai dan hujan datang di musim hujan. Maka, perhatikan dan jangan lupa keadaan tanah yang kering dan keras, sewaktu Anda sedang menikmati panasnya cahaya matahari dan bebatuan.

Sumber: Belajar dari Ayat-ayat Allah yang Tersirat, hal. 186-187)


Rabu, 02 Desember 2015

Cerita Motivasi " Berdoa dengan Sebuah Kursi Kosong "


Seorang gadis mengundang seorang rohaniawan datang kerumahnya untuk mendoakan ayahnya yang sedang ssakit. Pada waktu rohaniawan tiba, ia mendapati seorang laki-laki tua yang sedang berbaring lemah di tempat tidur dan sebuah kursi kosong di depannya.

"Tentu Anda sudah menanti saya," kata si rohaniawan. "Tidak, siapakan Anda?" tanya bapak itu. Rohaniawan pun memperkenalkan diri dan berkata, "Saya melihat kursi kosong ini, saya kira bapak sudah tau kalau saya akan datang." Si bapak hanya membalas dengan senyum. "Maukah Anda menutup pintu kamar?" pinta si bapak kepada rohaniawan itu, Sambil bertanya-tanya rohaniawan pun menutup pintu kamar.

" Saya mempunyai sebuah rahasia, tidak ada seorang pun yang mengetahuinya, bahkan putri tunggal saya pun tidak tau," kata si bapak. "Seumur hidup saya tidak tau caranya berdoa. Di tempat ibadah pernah saya mendengarkan ceramah tentang bagaimana caranya berdoa, tapi semuanya berlalu begitu saja dari kepala saya."

"Semua cara sudah saya coba, tapi selalu gagal," lanjut si bapak. "Sampai pada suatu hari, tepatnyaempat tahun yang laluseorang sahabat saya mengajari suatu cara yang amat sederhana untuk dapat bercakap-cakap dengan Sang Pencipta."

Dia mengajari saya begini, "Duduklah di kursi, letakkan sebuah kuri kosong di depanmu, lalu bayangkan Sang Pencipta duduk diatas kursi tersebut. Bayangkan saja, karena Sang Pencipta telah berjanji akan senantiasa besertamu, kamudian berbicaralah biasa seperti halnya kamu sedang bercakap-cakap dengan saya saat ini."

"Saya pun mencoba cara yang diberikan teman saya itu, dan saya pun menikmatinya. Setiap hari saya melakukannya sampai berjam-jam. Semua saya lakukan dengan bersembunyi-sembunyi agar putri saya tidak mengira kalau saya gila saat melihat saya bercakap dengan kursi kosong," kata si bapak. Rohaniawan itu pun sangat tersentuh mendengar cerita laki-laki tua itu. Ia pun memberikan dorongan agar si bapak tetap melanjutkan kebiasaan berdoa tersebut. Setelah berdoa bersama dan memberikan kekuatan, rohaniawan pun pulang. Dua hari kemudian si gadi memberitahukan kepada rohaniawan kalau ayahnya telah meninggal tadi siang.

"Apakah beliau meninggal dengan damai?" tanya si rohaniawan. "Ya, waktu saya pamit untuk membeli beberapa keperluan ke toko siang itu, ayah memanggil saya dan mengatakan bahwa beliau sangat mencintai saya, lalu mencium kedua pipi saya. Satu jam kemudian sepulang dari berbelanja, saya mendapati ayah sudah meninggal." cerita anaknya.

" Tapi ada satu kejadian aneh sewaktu ayah meninggal. Beliau meninggal dalam posisi duduk di atas tempat tidur dengan kepala tersandar pada kursi kosong yang ada di sebelah tempat tidur. Bagaimana pendapat rohaniawan?" Sambil mengusap air matanya, rohaniawan pun berkata, "Saya berharap kelak kita dapat meninggal dengan cara itu."

Hidup manusia sangat sebentar dan hampir tidak terasa tiba-tiba sudah berlalu. Bahkan ketika kita melihat anak-anak kita, tanpa terasa mereka sudah besar, padahal dalam bayangan kita beru kemarin mereka lahir. Seorang filsul mengatakan "Dengan cara apa kita ingin meninggalkan dunia iniakan dipengaruhi oleh bagaimana cara seseorang hidup dan menjalani kehidupan ini." Bagaimana cara orang hidup juga dipengaruhi bagaimana dia memandang dirinya sendiri." Cara kita memandang diri kita sendiri akan menentukan seperti itulah kita kelak. Kita akan bergerak ke arah mana pikiran kta yang paling dominan. Ketika Seseorang selalu memandang dirinya kecil, maka begitulah dia membentuk dirinya di kemudian hari. Orang yang demikian tentu sulit untuk bisa berbagi dengan orang lain.

Ada perbedaan tipis antara merendahkan diri dan merendahkan hati. Mereka yang selalu mengatakan dirinya dalam gambaran Sang Pencipta akan memiliki cara pandang yang berbeda. Mereka akan melihat bahwa hidup di dunia ini hanyalah sebentar, dan oleh karena itu tidak boleh di sia-siakan. Hidup di dunia ini adalah menjalankan amanah dari Sang Pencipta untuk mewartakan bahwa ada Sang Pencipta yang Maha Pengasih dan Penyayang, dan kepada Dia jualah manusia berlindung dan memperoleh  kelimpahan. Ibarat bulan yang tidak mengeluarkan sinarnya sendiri melainkan menerima pantulan dari matahari, maka sesungguhnya manusia adalah cerminandari sinar kasih sayang Sang Maha Kuasa.

Zaman yang serba sulit terkadang membuat sebagian orang lupa akan akibat dan perbuatan yang ada sekarang. Ada segelintir manusia, mumpung masih muda menganggap bahwa perjalanan masih panjang, sehingga tak perlu mempersiapkan masa depan. Akibatnya, perbuatan yang dilakukan hanya bersenang-senang dan menganggap rendah kehidupan. ada pula mereka yang memasuki usia tua, lalu melihat kehidupan tinggal sedikit, lalu  memanfaatkan sisa hidup dengan bersenang-senang.

 Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana dan kapan seseorang harus mengakhiri kehidupan ini. Manusia hanyalah menginginkan tanpa bisa berdaulat atas dirinya sendiri. Hubungan yang erat dengan Sang Pencipta akan semakin menambah kekuatan untuk melewati masa-masa sulit memasuki saat-saat terakhir dalam hidup.

Mungkin saatnya kita merenungkan dan membayangkan, ketika jasad kita ini di makamkan. Saatnya merenungkan apa yang orang lain katakan dan kenang tentang diri kita selama masih hidup. Saatnya untuk berubah dan menata hidup ke arah yang lebih baik dengan membangun serta dan berbagi serta melayani sesama dengan sepenuh hati, karena ada masanya, yang disebut terlambat itu sesungguhnya sudah sangat terlambat.


Jumat, 30 Oktober 2015

Cerita Motivasi dari Seekor Katak




Pagi itu di sebuah ladang yang cukup luas, berkumpulah puluhan ekor katak dan ratusan penonton yang telah menunggu acara lomba dimulai. Saat itu akan selenggarakan sebuah perlombaan memanjat sebuah tebing berlumpur yang diikuti oleh puluhan ekor katak. Gemuruh penonton yang bersorak dengan nada mengejek. "huuuuuuuu, pasti mereka tak akan mampu sampai di atas puncak", sorakan salah satu dari penonton yang terdengar sangat lantang.

Prittttt.......Prittt......Pritt..... suara peluit dari seorang wasit pertanda lomba segera di mulai. Dengan semangat para peserta lomba ( katak ) segera berlarian saling berebut untuk saling mendahului untuk sampai di tempat finish di atas bukit.  Karena tebing yang sangat tinggi dan berlumpur, satu persatu katakpun terperosok jatuh kebawah dan banyak yang berputus asa dengan keadaan medan yang sangat sulit tersebut.

Namun ada satu katak yang dengan semangat memanjat walaupun telah beberapa kali terperosok kebawah, akan tetapi katak tersebut kembali naik menuju ke puncak tebing. Suara penontonpun kembali bergemuruh saat melihat katak tersebut perlahan namun pasti terus beranjak naik, bahkan tidak sedikit pula penontong yang bersorak mencemo'ohkan katak tersebut bahwa tak akan pernah sampai ke bukit. Sampai pada akhirnya katak tersebut telah mencapai puncak dan memenangkan lomba tersebut. Semua katak dan penontong terheran-heran melihat katak itu berhasil menaiki puncak yang sangat sulit itu.

Seekor katak memberanikan diri untuk mendekati dan bertanya kepada katak si-pemenang, dan bertanyalah katak yang penasaran kepada katak ( pemenang ), akan tetapi tak satupun jawaban keluar dari mulut katak si pemenang. Akhirnya dengan muka yang sangat kecewa katak yang penasaran ini berlalu pergi dari katak pemenang karena merasa tidak mendapatkan jawaban apapun. dalam hatinya bertanya, " apa yang salah dengan pertanyaanku, sehingga dia tidak menjawab pertanyaanku sama sekali". Sesaat dia pergi dengan keadaan kecewa, salah satu dari penonton menghampirinya dan bicara " dia katak yang TULI", betapa terkejutnya dia mengetahui hal itu.

Kesimpulan dari cerita diatas : Jangan pernah kamu mendengar orang lain yang mempunyai kecenderungan yang negatif dan pesimis, karena mereka mengambil sebagian besar dari impianmu dan menjauhkannya darimu. Karena itu tetaplah selalu optimis dan yang terpenting berlakulah TULI jika seseorang berkata kepadamu bahwa kamu tidak bisa menggapai cita-citamu, selalu berpikirlah I CAN DO THIS.....

Semangat JEPARA SATU BUKU. 

Minggu, 30 Agustus 2015

Setangkai Bunga Untuk Ibu




Jepara Satu Buku - Pagi itu, seorang Pemuda berhenti disebuah toko bunga dan bermaksud untuk memesan seikat karangan bunga untuk di kirimkan kepada Ibu-nya yang berada di kampung. Saat keluar dari mobil dia langsung menemui sang pemilik toko bunga tersebut dan memesannya. Setelah selesai dia segera menuju ke mobil yang di parkirkan di depan toko bunga tersebut, namun kini langkahnya terhenti sebelum sampai di mobilnya, dia melihat seorang anak kecil di seberang jalan sedang menangis dan melihat ke arah toko bunga. Si pemuda pun penasaran kemudian menyeberang jalan dan menghampiri anak kecil yang sedang menangis itu, dan bertanya 

 " Adik, kenapa adik menangis disini,? ada apa? dimana Ibumu. ? "  

Anak kecil itu menjawab, " Saya ingin membelikan Ibu bunga kak, tetapi saya tidak punya uang. " 

Pemuda ini tersenyum dan berkata " Sekarang adik jangan menangis lagi ya...ayo ikut kakak nanti akan kakak belikan bunga yang adik maksud "

Dengan wajah yang kegirangan adik kecil ini kemudian mengikuti langkah Si Pemuda kearah toko bunga. 

Ketika selesai membayar dan hendak pulang, Si pemuda itu menawarkan diri untuk mengantarkan anak kecil itu pulang kerumah. Dengan wajah yang kegirangan adik tersebut mengiya-kan ajakannya dan masuk ke dalam mobil. Setelah berjalan sekitar 10 menit dari toko bunga tiba - tiba adik kecil ini minta berhenti dan mau turun, " Kak sudah sampai, saya mau turun " . Dengan wajah yang penasaran, Si pemuda ini kemudian memberhentikan laju mobilnya. " Adik kenapa turun di sini, Ibumu tinggal dimana? " tanya Si Pemuda. 
Namun Adik kecil tidak menjawab pertanyaan pemuda itu melainkan menjawab dengan ucapan " terima kasih kak "  kemudian membuka pintu dan keluar dari mobil. Si pemuda yang masih penasaran dengan anak kecil ini kemudian mengikutinya. 

Setibanya disuatu tempat anak kecil itu meletakkan bunganya pada sebuah kuburan yang masih basah. Kemudian Pemuda tadi menghampiri dan bertanya " ini kuburan siapa dik ?"
" Ini kuburan Ibu kak " jawab adik kecil sambil menyenderkan bahunya di atas batu nisan. 

Melihat itu, hati pemuda itu menjadi terenyuh dan tidak bisa berkata apa-apa, matanya berkaca dan tidak bisa lagi menahan airmatanya. Segera dia berlari menuju ke mobil, kali ini bukan menuju ke toko bunga untuk mengambil pesanan, tetapi kali ini dia pulang untuk menemui Ibunya. Dia ingin bersimpuh dan memeluk Ibunya..
" Maafkan aku Ibu, selama ini telah membiarkan Ibu sendirian dirumah, sedangkan dulu semenitpun engkau tak pernah membiarkanku kesepian "
" selama ini telah membuat Ibu rindu kepadaku Ibu, sementara aku disana sibuk dengan urusan dan pekerjaanku,"
" maafkan aku Ibu, aku belum bisa membahagiakan Ibu sebagaimana dulu Ibu berusaha untuk membahagiakan aku, "
" Maafkan aku ibu..." 

Jangan pernah  menyia-nyiakan ibumu selagi masih ada, buatlah dia bangga, buatlah dia bahagia.

Salam Jepara Satu Buku
 

Jumat, 28 Agustus 2015

Tetap Rendah Hati Dengan Apa yang Telah Kita Raih



 Jepara Satu Buku - Alkisah ada seorang mahasiswa yang sedang berlibur ke sebuah tempat wisata yang harus ditempuh dengan menggunakan perahu kecil dan memakan waktu perjalanan sekitar satu hari di atas perahu kecil tersebut. Karena merasa bosan di atas perahu kecil tersebut akhirnya si mahasiswapun mencari teman untuk mengobrol dan bisa di ajak berdiskusi, karena   yang ada di perahu tersebut kebanyakan seorang pedagang, maka diapun merasa di perahu tersebut hanya dialah yang paling paling pintar, kemudian si mahasiswa bertanya kepada seorang pedagang. 

Mahasiswa : " Apakah anda mengerti filosofi? "
" tidak mengerti " jawab si pedagang dengan menggeleng-gelengkan kepala.
 " waduh....sayang sekali berarti Anda telah kehilangan setengah dari kehidupan Anda.

" Apakah anda mengerti tentang ilmu matematika dan rumus-rumusnya? " tanya sang mahasiswa lagi kepada si pedagang. 
" tidak tahu " jawab si pedagang kepada mahasiswa tersebut dengan menggeleng-gelengkan kepalanya lagi.
"Wah... Berarti lagi-lagi Anda telah kehilangan lagi separuh dari kehidupan anda. "

Tiba-tiba baru saja si mahasiswa berhenti berbicara dengan menunjukkan nada yang sombong, perahu tersebut tiba-tiba dihadang angin puting beliung dan ombak besar, sontak perahu tersebut terombang ambing dan hampir seluruh perahu kemasukan air dan hampir tenggelam. Kemudian ada seorang pedagang yang dari tadi mendengar pecakapan mahasiswa tersebut bertanya kepada mahasiswa dari arah belakang " maaf  Mas apakah anda bisa berenang? " si mahasiswa yang sombong tadi dengan ketakutan dan menjawab " saya tidak bisa berenang, tolonglah saya Pak. "  Kemudian Pedagang yang tadi di hujani pertanyaan berkata " Berenangpun Anda tidak bisa, berarti hari ini Anda akan kehilangan seluruh kehidupan Anda, dan kehidupan Anda selama ini tidak berarti apa-apa." jawab si Pedagang. 

Dari cerita di atas, penulis hanya bisa mengambil kesimpulan bahwa, semua manusia di dunia ini masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Boleh kita bangga dengan semua prestasi yang selama ini kita raih, tapi jangan sampai membuat diri kita menjadi sombong, ingat dilangit masih ada langit pasti ada orang yang lebih pintar dan lebih berhasil dari pada kita, dan kita masih perlu belajar dari orang lain. 

Semoga cerita malam ini bisa membuat kita lebih menghargai orang lain dan selalu amanah untuk menjalankan apa yang dititipkan kepada kita.

Salam Jepara Satu Buku.

Kamis, 13 Agustus 2015

Belajar Sedekah Dari Siswa SMAN 1 Mayong

Foto Penerimaan buku tulis dari PANDIKAR dan OSIS SMANEMA

Jepara Satu Buku -  Salut untuk adik-adik kita dari PRADANA PUTRI PANDIKAR dan OSIS SMANEMA, rasa kepedulian mereka patut kita acungi jempol, betapa tidak... pada tanggal 13 Agustus 2015 kemarin bertepatan dengan acara Kegiatan Persami dan PTA ( Penerimaan Tamu Ambalan ) yang di adakan di SMAN 1 Mayong, mereka secara bersama-sama mengumpulkan buku tulis untuk disalurkan melalui kami Tim Relawan Jepara Satu Buku yang nantinya akan kita bagikan kepada siswa siswi yang kurang mampu di pelosok Kab. Jepara. 

Penyerahan oleh Ketua OSIS

Penyerahan Oleh Ketua Pramuka



Kami yang sebelumnya mendapat kabar tentang donasi buku tersebut dari mbak Evita ( salah satu Relawan Tim Jepara Satu Buku ) langsung menuju ke SMAN 1 Mayong dan menemui PRADANA PUTRI PANDIKAR PANDIKAR Zuliana dan Ketua OSIS SMANEMA Masfufah di SMAN 1 Mayong. Dan luar biasa kami mendapatkan donasi sebanyak 620 eks Buku Tulis, Rasa senang dan haru setelah kami menerima bantuan tersebut, luar biasa, salut untuk adik-adik kita disana. diluar sana banyak anak-anak seusia mereka yang hanya suka hura-hura akan tetapi hari ini kita mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari mereka, mereka rela menyisihkan uang jajan mereka untuk dibelikan buku tulis dan akan diberikan kepada teman-teman mereka yang masih banyak kekurangan diluar sana.

Semoga adik-adik kita SMANEMA bisa menjadi inspirasi buat adik-adik kita yang lain untuk bisa berbagi dengan mereka yang membutuhkan.. aminnn..

Bagi yang ingin ikut sedekah buku melalui kami seperti
PANDIKAR dan OSIS SMANEMA silahkan hub. 082227575889 nanti kami akan mengambil buku sedekahnya...semoga

Salam Jepara Satu Buku



Rabu, 12 Agustus 2015

Distribusi Buku Ke MI Lebak dan MI Pecangaan

MI. Hidayatul Husna Pecangaan


JEPARA SATU BUKU – Alhamdulillah kemarin pada tanggal 9 Agustus 2015 kami tim relawan  JEPARA SATU BUKU telah berhasil dengan sukses membagikan buku tulis kepada siswa siswi di dua Kecamatan yaitu Kecamatan Pakisaji di  MI. Tarbiyatul Ulum 2 Bulungan sebanyak 50 anak, MI. Matholibul Ulum 2 Lebak sebanyak 50 anak  dan Kecamatan Pecangaan di MI. Hidayatul Husna Pecangaan sebanyak 45 anak.

MI. Matholibul Ulum 2 Lebak
MI. Tarbiyatul Ulum 2 Bulungan


Selalu ada kejadian aneh, lucu dan menggemaskan saat dalam pembagian buku,  ada yang susah di atur,  ada juga yang sudah di kasih tau untuk yang tinggi berdiri dibelakang tetapi saat difoto dia berlari dan tidak mau berdiri di belakang dengan alasan nanti gambarnya tidak kelihatan, ada juga yang minta ganti buku dengan alasan gambar bukunya tidak pas dengan selera mereka....hhmmmm.... sungguh sangat menggemaskan tingkah laku mereka. Walau demikian mereka adalah aset bangsa yang harus kita perjuangkan hak-hak mereka agar  bisa terus bersekolah demi kemajuan bangsa kita kedepan, jangan karena alasan orang tua tidak mampu lantas mereka putus sekolah.  Disini kami Tim Relawan JEPARA SATU BUKU  selalu ada dan akan selalu mencari mereka para hati DERMAWAN  untuk ikut berpartisipasi dan mau dengan ikhlas menyumbangkan sedikit rejekinya untuk dibelikan buku tulis dan peralatan sekolah lainnya untuk kami bagikan kepada mereka, siswa siswi yang masih duduk di bangku sekolah agar mereka bisa terus bersekolah demi masa depan yang lebih baik.
Hari ini kita datang hanya dengan membawa satu pak buku tulis dan satu alat tulis untuk kalian, Insya Allah suatu hari nanti jika masih diberikan kesempatan, dan ada banyak donatur yang bersedekah kepada kami, kami akan datang kembali dengan membarikan semua kebutuhan sekolah untuk adik-adik semua. Amiinnnn....  

Maka dari itu kami tim Relawan Jepara Satu Buku mengajak anda dari semua kalangan untuk ikut berpartisipasi bengan cara menyumbangkan min 1 buku tulis atau peralatan sekolah setiap bulannya, semua sedekah dari anda yang sudah terkumpul akan kami bagikan kepada mereka yang membutuhkan.


Salam Jepara Satu Buku