JEPARA SATU BUKU

Mari Berbagi Walau Hanya Dengan Satu buku Tulis Akan Sangat Berarti Bagi Yang Membutuhkan

JEPARA SATU BUKU

Hubungi Nomor Koordinator kami, dan kami siap untuk mengambil buku sedekah dari anda

JEPARA SATU BUKU

Buku yang sudah terkumpul akan kami sumbangkan ke siswa-siswi yang kurang mampu di daerah terpencil yang jarang tersentuh oleh pemerintah

JEPARA SATU BUKU

Kami akan terus ada dalam membantu meringankan siswa - siswi agar mereka bisa terus bersekolah demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

JEPARA SATU BUKU

Semoga amal kita semua diterima dan di balas oleh Allah SWT ......aminn... aminnn

Minggu, 30 Agustus 2015

Setangkai Bunga Untuk Ibu




Jepara Satu Buku - Pagi itu, seorang Pemuda berhenti disebuah toko bunga dan bermaksud untuk memesan seikat karangan bunga untuk di kirimkan kepada Ibu-nya yang berada di kampung. Saat keluar dari mobil dia langsung menemui sang pemilik toko bunga tersebut dan memesannya. Setelah selesai dia segera menuju ke mobil yang di parkirkan di depan toko bunga tersebut, namun kini langkahnya terhenti sebelum sampai di mobilnya, dia melihat seorang anak kecil di seberang jalan sedang menangis dan melihat ke arah toko bunga. Si pemuda pun penasaran kemudian menyeberang jalan dan menghampiri anak kecil yang sedang menangis itu, dan bertanya 

 " Adik, kenapa adik menangis disini,? ada apa? dimana Ibumu. ? "  

Anak kecil itu menjawab, " Saya ingin membelikan Ibu bunga kak, tetapi saya tidak punya uang. " 

Pemuda ini tersenyum dan berkata " Sekarang adik jangan menangis lagi ya...ayo ikut kakak nanti akan kakak belikan bunga yang adik maksud "

Dengan wajah yang kegirangan adik kecil ini kemudian mengikuti langkah Si Pemuda kearah toko bunga. 

Ketika selesai membayar dan hendak pulang, Si pemuda itu menawarkan diri untuk mengantarkan anak kecil itu pulang kerumah. Dengan wajah yang kegirangan adik tersebut mengiya-kan ajakannya dan masuk ke dalam mobil. Setelah berjalan sekitar 10 menit dari toko bunga tiba - tiba adik kecil ini minta berhenti dan mau turun, " Kak sudah sampai, saya mau turun " . Dengan wajah yang penasaran, Si pemuda ini kemudian memberhentikan laju mobilnya. " Adik kenapa turun di sini, Ibumu tinggal dimana? " tanya Si Pemuda. 
Namun Adik kecil tidak menjawab pertanyaan pemuda itu melainkan menjawab dengan ucapan " terima kasih kak "  kemudian membuka pintu dan keluar dari mobil. Si pemuda yang masih penasaran dengan anak kecil ini kemudian mengikutinya. 

Setibanya disuatu tempat anak kecil itu meletakkan bunganya pada sebuah kuburan yang masih basah. Kemudian Pemuda tadi menghampiri dan bertanya " ini kuburan siapa dik ?"
" Ini kuburan Ibu kak " jawab adik kecil sambil menyenderkan bahunya di atas batu nisan. 

Melihat itu, hati pemuda itu menjadi terenyuh dan tidak bisa berkata apa-apa, matanya berkaca dan tidak bisa lagi menahan airmatanya. Segera dia berlari menuju ke mobil, kali ini bukan menuju ke toko bunga untuk mengambil pesanan, tetapi kali ini dia pulang untuk menemui Ibunya. Dia ingin bersimpuh dan memeluk Ibunya..
" Maafkan aku Ibu, selama ini telah membiarkan Ibu sendirian dirumah, sedangkan dulu semenitpun engkau tak pernah membiarkanku kesepian "
" selama ini telah membuat Ibu rindu kepadaku Ibu, sementara aku disana sibuk dengan urusan dan pekerjaanku,"
" maafkan aku Ibu, aku belum bisa membahagiakan Ibu sebagaimana dulu Ibu berusaha untuk membahagiakan aku, "
" Maafkan aku ibu..." 

Jangan pernah  menyia-nyiakan ibumu selagi masih ada, buatlah dia bangga, buatlah dia bahagia.

Salam Jepara Satu Buku
 

Jumat, 28 Agustus 2015

Tetap Rendah Hati Dengan Apa yang Telah Kita Raih



 Jepara Satu Buku - Alkisah ada seorang mahasiswa yang sedang berlibur ke sebuah tempat wisata yang harus ditempuh dengan menggunakan perahu kecil dan memakan waktu perjalanan sekitar satu hari di atas perahu kecil tersebut. Karena merasa bosan di atas perahu kecil tersebut akhirnya si mahasiswapun mencari teman untuk mengobrol dan bisa di ajak berdiskusi, karena   yang ada di perahu tersebut kebanyakan seorang pedagang, maka diapun merasa di perahu tersebut hanya dialah yang paling paling pintar, kemudian si mahasiswa bertanya kepada seorang pedagang. 

Mahasiswa : " Apakah anda mengerti filosofi? "
" tidak mengerti " jawab si pedagang dengan menggeleng-gelengkan kepala.
 " waduh....sayang sekali berarti Anda telah kehilangan setengah dari kehidupan Anda.

" Apakah anda mengerti tentang ilmu matematika dan rumus-rumusnya? " tanya sang mahasiswa lagi kepada si pedagang. 
" tidak tahu " jawab si pedagang kepada mahasiswa tersebut dengan menggeleng-gelengkan kepalanya lagi.
"Wah... Berarti lagi-lagi Anda telah kehilangan lagi separuh dari kehidupan anda. "

Tiba-tiba baru saja si mahasiswa berhenti berbicara dengan menunjukkan nada yang sombong, perahu tersebut tiba-tiba dihadang angin puting beliung dan ombak besar, sontak perahu tersebut terombang ambing dan hampir seluruh perahu kemasukan air dan hampir tenggelam. Kemudian ada seorang pedagang yang dari tadi mendengar pecakapan mahasiswa tersebut bertanya kepada mahasiswa dari arah belakang " maaf  Mas apakah anda bisa berenang? " si mahasiswa yang sombong tadi dengan ketakutan dan menjawab " saya tidak bisa berenang, tolonglah saya Pak. "  Kemudian Pedagang yang tadi di hujani pertanyaan berkata " Berenangpun Anda tidak bisa, berarti hari ini Anda akan kehilangan seluruh kehidupan Anda, dan kehidupan Anda selama ini tidak berarti apa-apa." jawab si Pedagang. 

Dari cerita di atas, penulis hanya bisa mengambil kesimpulan bahwa, semua manusia di dunia ini masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Boleh kita bangga dengan semua prestasi yang selama ini kita raih, tapi jangan sampai membuat diri kita menjadi sombong, ingat dilangit masih ada langit pasti ada orang yang lebih pintar dan lebih berhasil dari pada kita, dan kita masih perlu belajar dari orang lain. 

Semoga cerita malam ini bisa membuat kita lebih menghargai orang lain dan selalu amanah untuk menjalankan apa yang dititipkan kepada kita.

Salam Jepara Satu Buku.

Kamis, 13 Agustus 2015

Belajar Sedekah Dari Siswa SMAN 1 Mayong

Foto Penerimaan buku tulis dari PANDIKAR dan OSIS SMANEMA

Jepara Satu Buku -  Salut untuk adik-adik kita dari PRADANA PUTRI PANDIKAR dan OSIS SMANEMA, rasa kepedulian mereka patut kita acungi jempol, betapa tidak... pada tanggal 13 Agustus 2015 kemarin bertepatan dengan acara Kegiatan Persami dan PTA ( Penerimaan Tamu Ambalan ) yang di adakan di SMAN 1 Mayong, mereka secara bersama-sama mengumpulkan buku tulis untuk disalurkan melalui kami Tim Relawan Jepara Satu Buku yang nantinya akan kita bagikan kepada siswa siswi yang kurang mampu di pelosok Kab. Jepara. 

Penyerahan oleh Ketua OSIS

Penyerahan Oleh Ketua Pramuka



Kami yang sebelumnya mendapat kabar tentang donasi buku tersebut dari mbak Evita ( salah satu Relawan Tim Jepara Satu Buku ) langsung menuju ke SMAN 1 Mayong dan menemui PRADANA PUTRI PANDIKAR PANDIKAR Zuliana dan Ketua OSIS SMANEMA Masfufah di SMAN 1 Mayong. Dan luar biasa kami mendapatkan donasi sebanyak 620 eks Buku Tulis, Rasa senang dan haru setelah kami menerima bantuan tersebut, luar biasa, salut untuk adik-adik kita disana. diluar sana banyak anak-anak seusia mereka yang hanya suka hura-hura akan tetapi hari ini kita mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari mereka, mereka rela menyisihkan uang jajan mereka untuk dibelikan buku tulis dan akan diberikan kepada teman-teman mereka yang masih banyak kekurangan diluar sana.

Semoga adik-adik kita SMANEMA bisa menjadi inspirasi buat adik-adik kita yang lain untuk bisa berbagi dengan mereka yang membutuhkan.. aminnn..

Bagi yang ingin ikut sedekah buku melalui kami seperti
PANDIKAR dan OSIS SMANEMA silahkan hub. 082227575889 nanti kami akan mengambil buku sedekahnya...semoga

Salam Jepara Satu Buku



Rabu, 12 Agustus 2015

Distribusi Buku Ke MI Lebak dan MI Pecangaan

MI. Hidayatul Husna Pecangaan


JEPARA SATU BUKU – Alhamdulillah kemarin pada tanggal 9 Agustus 2015 kami tim relawan  JEPARA SATU BUKU telah berhasil dengan sukses membagikan buku tulis kepada siswa siswi di dua Kecamatan yaitu Kecamatan Pakisaji di  MI. Tarbiyatul Ulum 2 Bulungan sebanyak 50 anak, MI. Matholibul Ulum 2 Lebak sebanyak 50 anak  dan Kecamatan Pecangaan di MI. Hidayatul Husna Pecangaan sebanyak 45 anak.

MI. Matholibul Ulum 2 Lebak
MI. Tarbiyatul Ulum 2 Bulungan


Selalu ada kejadian aneh, lucu dan menggemaskan saat dalam pembagian buku,  ada yang susah di atur,  ada juga yang sudah di kasih tau untuk yang tinggi berdiri dibelakang tetapi saat difoto dia berlari dan tidak mau berdiri di belakang dengan alasan nanti gambarnya tidak kelihatan, ada juga yang minta ganti buku dengan alasan gambar bukunya tidak pas dengan selera mereka....hhmmmm.... sungguh sangat menggemaskan tingkah laku mereka. Walau demikian mereka adalah aset bangsa yang harus kita perjuangkan hak-hak mereka agar  bisa terus bersekolah demi kemajuan bangsa kita kedepan, jangan karena alasan orang tua tidak mampu lantas mereka putus sekolah.  Disini kami Tim Relawan JEPARA SATU BUKU  selalu ada dan akan selalu mencari mereka para hati DERMAWAN  untuk ikut berpartisipasi dan mau dengan ikhlas menyumbangkan sedikit rejekinya untuk dibelikan buku tulis dan peralatan sekolah lainnya untuk kami bagikan kepada mereka, siswa siswi yang masih duduk di bangku sekolah agar mereka bisa terus bersekolah demi masa depan yang lebih baik.
Hari ini kita datang hanya dengan membawa satu pak buku tulis dan satu alat tulis untuk kalian, Insya Allah suatu hari nanti jika masih diberikan kesempatan, dan ada banyak donatur yang bersedekah kepada kami, kami akan datang kembali dengan membarikan semua kebutuhan sekolah untuk adik-adik semua. Amiinnnn....  

Maka dari itu kami tim Relawan Jepara Satu Buku mengajak anda dari semua kalangan untuk ikut berpartisipasi bengan cara menyumbangkan min 1 buku tulis atau peralatan sekolah setiap bulannya, semua sedekah dari anda yang sudah terkumpul akan kami bagikan kepada mereka yang membutuhkan.


Salam Jepara Satu Buku 

Selasa, 21 Juli 2015

Kisah Adit Yang Nakal



Kisah ini berawal dari cerita Adit yang dulunya nakal dan senang usil kepada Riyan dan saat ini dia merasa bersalah karena telah usil kepada Riyan yang baik hati. Adit adalah anak dari seorang yang kaya raya di kampungnya, hidup yang serba berkecukupan membuat Adit sering bertindak sesuka hati kepada temannya terlebih kepada Riyan. Berbeda dengan Riyan, Dia adalah anak dari janda yang sangat sederhana, bapaknya telah meninggal beberapa tahun lalu membuat kehidupan dia dan ibunya menjadi pas-pasan. Riyan merupakan anak yang sangat rajin dan pintar disekolah, dia selalu mendapat rangking dan mendapat beasiswa.

Pagi itu seperti biasa Riyan diantar ibunya di depan rumahnya untuk menunggu bis jemputan sekolah, tidak lupa ibu Riyan selalu membawakan bekal dan memberi sedikit uang jajan untuk makan dan  jajan Riyan di sekolah nanti. tak lama bis sekolahpun datang, terlihat Adit sudah berada didalam bis, Riyanpun segera mencium tangan ibunya dan bergegas masuk kedalam bis. " Awas kalau nanti sampai di sekolah ", celetuk Adit didalam hatinya. Singkat cerita kejadian itu selalu berulang tiap hari kepada Riyan, Pada suatu saat perusahaan ayah Adit bangkrut memaksa Adit dan keluarganya untuk pindah dari rumah mewah itu dan Adit berhenti sekolah karena biaya. 

20 tahun sudah kejadian itu berlalu, Riyan yang sekarang menjadi seorang manager di sebuah Rumah Sakit dan Adit yang bekerja sebagai supir angkot di kotanya. Suatu hari Adit mendadak sakit dan harus di rawat dirumah sakit, Dia muntan darah dan hampir kehabisan darah, membuat ayahnya kesana kemari untuk mencari pendonor yang darahnya sama dengan golongan darah Adit yaitu golongan darah AB. Ayah Adit yang merasa sudah putus asa karena tidak kunjung mendapatkan pendonor, hanya bisa terdiam dan bersedih di depan kamar Adit. 

Riyan yang saat itu kebetulan lewat melihat bapak-bapak yang sepertinya dia kenal, Riyan pun segera menghampiri dan bertanya kepada bapak itu, dan ternyata benar dia adalah bapaknya Adit teman sekolahnya yang dulu sering jail dan meminta uang jajannya. Kemudian bapak itu menceritakan semua kejadian yang menimpa putra satu-satunya itu, Riyan yang mengetahui golongan darahnya sama dengan Adit segera menawarkan diri untuk menjadi pendonor untuk Adit, alangkah gembiranya ayah Adit, dia segera bersujud syukur kepada Allah SWT, dengan menangis dia bersimpuh di kaki Riyan. 

Setelah mendapatkan darah dari Riyan, kesehatan Adit semakin hari semakin membaik, dan dokter menyarankan untuk dia tinggal beberapa hari untuk rawat inap di RS tersebut. Melihat kesehatan Adit yang semakin membaik, ayah Adit menceritakan siapa yang mendonorkan darah kepadanya. Deggg...!!!! Adit seakan tidak percaya mendengarnya, lidahnya kaku seakan tidak bisa berkata-kata, matanya berkaca-kaca saat mendengar cerita ayahnya. " Kenapa Nak? " tanya ayahnya melihat Adit bersedih. " Saya sedih yah, dulu saya selalu usil dengan Riyan, dulu saya selalu meminta jatah uang jajannya, walaupaun saya tau kalau dia kekurangan, tapi sekarang didalam tubuhku ada darah yang mengalir, darah dari orang yang dulunya selalu saya buat untuk menangis, maafkan saya Riyan.....Maafkan saya ...!!!! " Ratapan Adit tiada henti. 

Tamat



Salam Jepara Satu Buku











Minggu, 12 Juli 2015

Belajar Bersyukur Dari Cerita Mas Maji di Swalayan



Kisah ini diceritakan oleh teman kepada kami Tim Relawan JEPARA SATU BUKU dan akhirnya tertuang dalam postingan kali ini. Saat menceritakan kisahnya Mas Maji sempat meneteskan air mata ingat kejadian itu. 

Lebaran yang hanya beberapa hari lagi membuat keluarga Maji segera menuju ke sebuah Swalayan di Jepara untuk membeli baju untuk kebutuhan lebaran. Setelah membeli semua kebutuhan lebaran di Swalayan tersebut keluarga Maji keluar dari Swalayan tersebut dengan barang bawaan yang bergelantung memenuhi kedua tangan mereka. Saat keluar dari Swalayan tersebut keluarga Maji di hampiri oleh seorang pengemis dan anaknya. " Bu....kasihanilah kami bu, kami belum makan dari kemarin.....berilah kami sedekah bu..", melihat ada pengemis disampingnya dengan meminta-minta istri Maji pun segera mengambil dompet dan mengambilkan uang Rp. 500,- dan berharap pengemis tersebut pergi tidak mengikutinya. Namun si pengemis justru mengikuti mereka dan kembali bilang " Bu...tolong bu beri kami tambahan untuk kami makan bu, sudah berhari-hari kami belum makan",  belum berakhir bicara si pengemis istri Maji segera memotong " Maaf ya itu sudah cukup " si pengemis pun pergi berlalu dan duduk memangku anaknya di trotoar pinggir jalan. 

Bip..Bip..Bip !!!! Hp Maji bergetar tanda ada sms masuk, dia segera membuka sms tersebut. Ternyata sms tersebut dari salah satu teman kerjanya yang memberitahukan bahwa Gaji dan THR bulan ini telah masuk ke rekening. Maji pun segera menuju ke ATM yang berada didalam satu gedung dengan swalayan tersebut dan segera mengecek THR dan Gaji, dengan tersenyum Maji menarik uang dari ATM kisaran  satu jutaan. Uang dengan warna merah 10 lembar itu segera dimasukkan ke dompet bersama dengan kartu ATM, namun  Maji mengambil uang yang juga berwarna merah dari dompetnya, tapi kali ini yang diambil bukan 100 rb melainkan 10rb. Maji segera keluar dan bergegas menuju ke tempat dimana mobilnya di parkir, namun dia mendadak menghentikan langkahnya karena melihat si pengemis tadi, dia ingat kalau tadi pengemis itu bilang kalau dia dan anaknya belum makan, dia segera menghampiri pengemis tersebut dan memberikan uang 10 rb yang dia ambil dari dompetnya dan diberikan kepada si pengemis, betapa gembiranya pengemis itu melihat nilai uang yang diterima, Ia pun berucap syukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Maji dengan kalimat-kalimat penuh kesungguhan: "Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah... Terima kasih tuan! Semoga Allah memberikan rezeki berlipat untuk tuan dan keluarga. Semoga Allah memberi kebahagiaan lahir dan batin untuk tuan dan keluarga. Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Rumah tangga harmonis dan anak-anak yang shaleh dan shalehah. Semoga tuan dan keluarga juga diberi kedudukan yang terhormat kelak nanti di surga...!"

Maji hanya bisa terdiam saat mendengar rasa Syukur dan do'a-do'a yang di ucapkan pengemis tersebut seraya pergi meninggalkannya. Dengan diam-diam Maji mengikuti kemana arah pengemis tersebut pergi dengan tujuan apakah benar pengemis ini belum makan ?. " Jjlegg..!!! lagkah kaki maji berhenti, kaki dan tangannya terasa lemas tak bisa bergerak hatinya benar-benar terguncang saat melihat pengemis tadi membeli sebungkus nasi untuk dia dan putrinya, " rupanya pengemis itu memang belum makan "  kata Maji dalam hati. segera maji meninggalkan pengemis yang sedang makan dengan anaknya. 

Saat kembali ke parkiran istrinya pun bertanya " Pa kenapa lama sekali, dan kenapa papa bersedih?. ada apa pah? " kata istrinya.  kemudian Maji menjelaskan semua kejadian yang baru saja dialaminya, sang istri yang hampir marah ketika mendengar suaminya memberi uang 10 rb pada pengemis itu. " Bu..., aku memberi sedekah kepadanya sebanyak itu. Saat menerimanya, ia berucap hamdalah berkali-kali seraya bersyukur kepada Allah. Tidak itu saja, ia mendoakan aku, mendoakan dirimu, anak-anak dan keluarga kita. Panjaaaang sekali ia berdoa! Dia hanya menerima karunia dari Allah Swt sebesar 10 ribu saja sudah sedemikian hebatnya bersyukur. Padahal aku sebelumnya melihat di ATM saat aku mengecek saldo dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkin ratusan bahkan ribuan kali lipat dari 10 ribu rupiah. Saat melihat saldo itu, aku hanya mengangguk-angguk dan tersenyum. Aku terlupa bersyukur, dan aku lupa berucap hamdalah. Bu..., aku malu kepada Allah! Dia terima hanya 10 ribu begitu bersyukurnya dia kepada Allah dan berterimakasih kepadaku. Kalau memang demikian, siapakah yang pantas masuk ke dalam surga Allah, apakah dia yang menerima 10 ribu dengan syukur yang luar biasa, ataukah aku yang menerima jumlah lebih banyak dari itu namun sedikitpun aku tak  berucap hamdalah." 

Maji pun terdiam setelah menjelaskan semua pada istrinya, nampak terlihat wajah istrinya yang sedih dan air matanya menetes setelah dia menyadari bahwa selama ini ia kurang bersyukur sebagai hamba-Nya. Ya Allah, ampunilah kami para hamba-Mu yang kerap lalai atas segala nikmat-Mu,  dan kami lupa akan karunia nikmat-Mu. Ucap istri maji.

dari cerita di atas semoga bisa membuat kita lebih bersyukur kepada-Nya atas segala nikmat yang diberikan kepada kita semua dan kita menyadari bahwa disana ada orang dan anak-anak yang membutuhkan uluran tangan kita.  

Salam Jepara Satu Buku

Dilamar 3 orang Sekaligus Setelah Bersedekah




Kisah yang mengharukan dan memotivasi ini hadir dari seorang wanita yang setelah bersedekah langsung dilamar 3 orang pria sekaligus. Alkisah, wanita ini sudah berumur 30 tahun dan pencapaian karirnya dibilang luar biasa sukses. Masalah wajah dan juga penampilan pun ia sangat cantik. Namun, sampai saat itu ia tak kunjung menemukan pendamping hidup. Ini bisa jadi karena para lelaki tersebut merasa minder karena ia begitu sempurna.

Tak hanya soal duniawi, soal rohani wanita ini juga terbilang sangat baik. Ia sering mengikuti pengajian. Suatu ketika ia mendengarkan tausyiah tentang sedekah. Katanya, Allah akan membalas dan melipatgandakan harta yang disedekahkan dengan balasan yang berlipat-lipat. Namun ia pun tak begitu mengharapkan dan tujuannya bersedekah memang murni untuk berbagi. 

Hingga saat itu tiba. Ia melihat sebuah masjid di daerah Malang dalam tahap pembangunan. Sebuah tulisan cukup unik membuatku turun dari mobil dan mendekati seseorang yang tengah duduk di depan masjid. Di depan masjid itu tertulis, "Masjid dijual" bayangkan saja, masjid yang bisa dikatakan adalah rumah Allah, diperjualbelikan dengan mudahnya? Ia pun menghampiri panitia di masjid dan menanyakan maksud tulisan tersebut. Ternyata, maksud kalimat tersebut adalah 'menjual' bagian dari masjid untuk diwakafkan. Istilah singkatnya, kita 'diminta' keikhlasannya untuk bersedekah untuk pembangunan masjid tersebut. Tanpa pikir panjang ia pun mengeluarkan sepuluh lembar uang seratus ribuan yang ada di dompet. Ia pun menitipkan salam dan doa agar jodohnya datang di saat yang tepat. Sebelumnya memang ia pernah mendengar kalimat ustadz di majelis taklim mengucapkan bahwa bersedekah dapat mempercepat datangnya jodoh.

Tak lama kemudian tepatnya satu bulan sejak kejadian tersebut, tak cukup satu orang pemuda datang ke rumah untuk melamar gadis tersebut. Tiga orang pemuda yang tak hanya santun perangainya, tapi juga tampan datang untuk melamarnya. Ia pun kebingungan namun akhirnya ia memilih yang paling baik dari ketiganya. Subhanallah, wanita ini benar-benar merasakan buah sedekah. Bahwa, tak akan ada kesulitan di balik kebiasaan rutin bersedekah. Bersedekah tidak akan membuat kita miskin, tetapi justru sebaliknya, sedekah akan membuat kita menjadi kaya. 

Sumber : 

Rere Lalona